Siantan Demam B

Siantan Demam B

Indikasi Demam Berdarah Dengue :

  1. Demam menggigil
  2. Merasa nyeri pada uluh hati
  3. Menurunnya kadar trombosit darah ( kadar yang normal adalah antara 150.000mm – 400.000mm )
  4. Terjadi pembesaran hati ( Hepatomegali )
  5. Perdarahan di bawah kulit ( Purpura )
  6. Bisa terjadi muntah atau berak darah
  7. Bila sudah parah, penderita gelisah.
  8. Tangan dan kaki berkeringat.
  9. Kadang-kadang terjadi perdarahan di hidung
  10. Sel darah Limfosit berwarna biru ( batas limfosit plasma biru/LPB yang ditolelir adalah 4% )

Khasiat dan kegunaan Obat Cap Bunga SIANTAN Demam B :

  1. Meningkatkan kadar Hemoglobin ( HB )
  2. Meningkatkan Jumlah Eritrosit
  3. Meningkatkan Jumlah Trombosit
  4. Memperbaiki sel-sel darah merah
  5. Mengobati penderita Anemia akibat kurang darah
  6. Mencegah dan membantu meredakan demam yang diakibatkan oleh nyamuk seperti : Demam Berdarah Dengue, Malaria, Yellow Fever, dll.

Bahan-bahan Herbal yang terkandung dalam Obat Cap Bunga SIANTAN Demam B :

  1. Isatidis Radix 200 mg
  2. Codonopsis Pilosulae Radix 200 mg
  3. Scutellariae Radix 200 mg
  4. Bupleuri Radix 200 mg
  5. Paeoniae albae Radix 150 mg
  6. Zingiberis Rhizoma 50 mg, Dan Lain-lainnya

JANGAN PUTUS ASA bila orang yang Saudara cintai telah dinyatakan terlambat dan tak dapat ditolong lagi akibat Demam Berdarah Dengue, ataupun akibat Malaria. Berikan segera Obat Cap Bunga SIANTAN demam B dan buktikan khasiatnya dengan segera ! Bila khasiatnya telah terbukti maka alangkah baiknya bila Saudara berkenan mengamalkan dengan menyampaikan berita tersebut kepada orang-orang yang Saudara kenal sebagai ucapan syukur Saudara.

Cara penggunaan “Obat Cap Bunga SIANTAN Demam B” :

Balita : 3 x 1 tablet / hari digerus dan dicampur dengan air hangat

Anak-anak : 3 x 2 tablet / hari digerus dan dicampur dengan air hangat

Dewasa : 3 x 4 tablet / hari minum dengan air hangat

Cara kerja Obat Cap Bunga SIANTAN Demam B dalam tubuh penderita DBD :

  1. Memperbaiki sel-sel darah merah agar normal kembali. Dalam proses ini, si penderita dianjurkan banyak istirahat dan banyak minum air putih.
  2. Mempercepat pembentukan sel-sel darah merah dan meningkatkan kadar Haemoglobin ( HB ), Eritrosit dan Trombosit.
  3. Melancarkan sirkulasi darah dalam tubuh

Keterangan Tambahan tentang HUBUNGAN DARAH & PENYAKIT :

* Haemoglobin ( HB )

Gabungan molekul haem dan globin ( Haem adalah cincin pirol, mengandung zat besi dan globin merupakan protein ) Protein sel darah merah yang berfungsi :

Sarana transportasi O2 (oksigen) dan CO2 (karbon dioksida),semakin banyak Hb yang terkandung dalam darah, semakin banyak oksigen yang dapat dibawa ke berbagai jaringan termasuk plasenta.

zat pewarna darah merah pada butir darah merah,

pigmen darah merah yang disingkat Hb,

Mengatur keseimbangan asam dan basa

Kadar Haemoglobin normal :

Pada pria dewasa : 13 – 16 gram %

Wanita dewasa : 12 – 14 gram %

* Eritrosit

Sel darah merah yang terdiri dari :

  • 60 % air
  • 40 % Haemoglobin (Hb)(1 molekul Hb terdiri dari 4 ion Fe+++ )

Fungsinya :

  • Mengikat zat asam arang dan udara paru-paru
  • Melalui kadarnya menentukan kurang darah atau tidaknya seseorang.

Kadar Eritrosit normal :

Pada Pria dewasa : 4,5 juta – 5,5 juta/mm3

Wanita dewasa : 4 juta – 5 juta/mm3

* Trombosit

Keping-keping darah, mempunyai bentuk yang tidak teratur dan tidak mempunyai inti

Fungsinya :

  • Menambal kebocoran pembuluh darah
  • Kadar trombosit normal :150.000 – 450.000 K/uL

Penyakit yang berhubungan :

I. Demam Berdarah Dengue

Penyebab :

Virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti menyerang pembuluh darah, sehingga pembuluh darah mengalami kebocoran dan trombosit yang berfungsi menambal kebocoran semakin berkurang.Virus dengue terdiri dari tipe 1,2,3 dan 4. yang terbanyak di Indonesia adalah tipe 2 dan 3.

Gejala :

  • Demam menggigil
  • Nyeri pada uluh hati
  • Trombositopenia ( trombosit 100.000/mm3 atau kurang )
  • Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali)
  • Perdarahan dibawah kulit
  • Bisa terjadi muntah dan berak darah
  • Bila sudah parah, penderita gelisah, tangan dan kaki dingin berkeringat
  • Kadang-kadang terjadi perdarahan di hidung
  • Sel darah limfosit berwarna biru (batas limfosit plasma biru/LPB yang ditolerir adalah 4%)

II. Anemia

Penyebab :

kurangnya jumlah darah ( jumlah eritrosit atau kadar haemoglobin )

Kurangnya kadar zat kandungan dalam darah (karena kurang gizi seperti zat besi dan protein / haemoglobin )

Gejala :

  • Sakit kepala, pusing
  • Pucat
  • Merasa lesu, lemah dan cepat capai
  • Sukar konsentrasi
  • Kurang nafsu makan
  • Tangan dan kaki terasa dingin, kebal dan kesemutan
  • Radang lidah, sudut bibir
  • Pembesaran jantung
  • Mudah terserang penyakit lain

Cara penggunaan “Obat SIANTAN Demam B” untuk penderita anemia :

Balita : 1 tablet / hari digerus dan dicampur dengan air hangat

Anak-anak : 2 tablet / hari digerus dan dicampur dengan air hangat

Dewasa : 4 tablet / hari minum dengan air hangat

III. Jantung

Fungsi jantung :

Memompa darah ke seluruh tubuh dan menyalurkan O2 (oksigen ) dan bahan metabolisme ke jaringan tubuh, serta membawa hasil metabolisme yang tidak dibutuhkan lagi ke alat excresi seperti paru-paru dan ginjal.

Fungsi ini dapat terlaksana karena adanya lapisan MIOKARDIUM ( otot jantung ).

Sel-sel otot jantung perlu tenaga/energi untuk dapat menjalankan tugasnya. Sumber energi adalah zat makanan yang dibakar dengan O2 dan keduanya didapat dari darah melalui A.Coronaria (koroner)

Kekurangan O2 pada miokardium ( ISCHEMIA MIOCARD / Kekurangan Darah Pada Jantung )

akan timbul gejala :

-ANGINA PECTORIS

Nyeri dada yang khas,< 15 menit Berhubungan dengan emosi Sakit berkurang dengan istirahat Belum ada kematian jaringan otot jantung -MYOCARD INFARCT (MCI) Rasa nyeri makin lama makin hebat,> 15 menit dirasakan menekan/panas/disayat, menjalar ke lengan, pundak dan leher.

Sakit tidak berkurang dengan istirahat

Sudah terjadi kematian jaringan otot jantung, bila sangat luas dapat mati mendadak, bila penyempitan berjalan lambat dapat terbentuk system KOLATERAL (pembuluh darah baru yang tumbuh)

IV. Diabetes Mellitus

Penyebabnya :

Kerusakan sel Basa Pulau Langerhans dan resisten insulin pada tingkat sel sasaran menyebabkan gangguan metabolisme karbohidrat yang berkaitan dengan defisiensi insulin dan atau resisten terhadap cara kerjanya.

Ketika tubuh dalam kondisi basa, maka meningkat pula laju pemanfaatan insulin sekaligus akan mengatur kondisi keasaman cairan tubuh yang ditimbulkan oleh produksi asam organic berlebih karena terurainya lemak dalam tubuh.

Asam dan basa keseimbangannya diatur oleh haemoglobin dalam darah.

Ada 2 macam Diabetes mellitus :

  1. Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM), diabetes mellitus pada usia muda dan tubuh kurus, sel Basa rusak sehingga produksi insulin terganggu.
  2. Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM), diabetes mellitus pada usia dewasa dan tubuh gemuk, tipe ini resisten terhadap insulin.

Gejala Diabetes Mellitus :

  1.  Trias :
    • Polifagia ( banyak makan )
    • Poliuria ( banyak kencing )
    • Polidipsia ( banyak minum )
  2. Pruritus ( Gatal-gatal seperti biang keringat )
  3. Polineuropati ( Kelainan syaraf: kram,kesemutan )
  4. Astenia ( Lemas )

Gejala IDDM :

  • Dapat terjadi koma akibat ketoasidosis
  • Kadar insulin darah rendah
  • Ketonuria (+)

Gejala NIDDM :

  • Kelebihan berat badan
  • Kadar insulin meningkat
  • Ketonuria (-)

V. Stroke

Stroke terjadi akibat adanya penyumbatan pada saluran darah di otak sehingga menyebabkan matinya sel-sel otak akibat kekurangan zat gizi dan oksigen yang dibawa oleh darah.

Agar sel otak berfungsi dengan baik, sel-sel otak (neuron) bergantung pada lancarnya peredaran darah yang mendistribusikan oksigen dan nutrisi.

Gejala umum :

  • Nyeri kepala
  • Muntah
  • Penurunan kesadaran
  • Kaku kuduk ( terdapat darah diselaput otak sehingga gerak reflek pada penderita menjadi kaku )

VI. Malaria

Penyebab :

Parasit Malaria (Protozoa darah yang termasuk genus plasmodium), yang terdiri dari empat spesies, yaitu :

  1. Plasmodium Vivax
  2. Plasmodium Falciparum
  3. Plasmodium Malariae
  4. Plasmodium Ovale

Gejala :

  • Demam (serangan demam yang khas ini sering dimulai pada siang hari dan berlangsung selama 8-12 jam. Lamanya serangan demam berbeda untuk tiap spesies malaria.
  • Pembesaran limpa ( limpa membengkak akibat penyumbatan oleh sel-sel darah merah yang mengandung parasit malaria )
  • Anemia ( penurunan kadar haemoglobin darah sampai dibawah nilai normal yang disebabkan penghancuran sel darah merah yang berlebihan oleh parasit malaria )

Dosis penggunaan Obat Cap Bunga SIANTAN Demam B :

Balita : 3 x 1 Tablet / hari ( harus dilarutkan terlebih dahulu kedalam air )

Anak-anak : 3 x 2 Tablet / hari

Dewasa : 3 x 4 Tablet / hari

Dapat juga dipergunakan sebagai suplemen untuk kesehatan untuk memperbaiki sirkulasi darah dalam tubuh : Dewasa : 1 x 2 Tablet / hari

Contact about Siantan Demam B
  1. (required)
  2. (valid email required)
  3. Captcha
 

cforms contact form by delicious:days

Incoming search terms:

Be Sociable, Share!
%d bloggers like this: