Waspada Serangan Kumbang Tomcat

Kumbang Tomcat (Paederus Littorarius) memiliki ukuran berkisar antara 1 hingga 35 mm (1,5 inci), dengan sebagian besar di kisaran 2-8 mm, dan bentuk umumnya memanjang, ada juga beberapa kumbang tomcat berbentuk bulat telur.  Kombinasi warna berkisar dari kuning ke coklat kemerahan sampai coklat hingga hitam. Kumbang Tomcat memiliki antena yang umumnya terbagi 11 bagian dan berbentuk daun.  perut kumbang tomcat sangat panjang dan fleksibel, dan beberapa jenis kumbang tomcat mirip dengan serangga earwigs.

Habitat

Kumbang tomcat adalah predator serangga dan jenis lain dari invertebrata, hidup di serasah daun hutan dan dari materi tanaman yang membusuk. Mereka juga sering ditemukan di bawah batu, dan di sekitar  air tawar.  Beberapa jenis ditemukan tinggal di pantai laut yang terendam di air pasang,  spesies lainnya telah beradaptasi untuk hidup sebagai parasit/penumpang di koloni semut dan rayap, dan beberapa hidup dalam hubungan mutualistik dengan mamalia dimana mereka memakan kutu dan parasit lainnya.

Meskipun dewasa paling kumbang tomcat atau disebut juga kumbang pengembara menghindari siang hari, Paederus spesies aktif siang hari dan tertarik pada cahaya terang setelah malam tiba

Kumbang pengembara dari Stenus genus adalah serangga yang sangat menarik. Mereka adalah spesialis predator dari invertebrata kecil seperti collembola. labium kumbang tomcat bisa menembak keluar melalui kepala menggunakan tekanan darah.  Ujung batang tipis dari labium berbulu dan memiliki kait diantara bulu-bulu ini terdapat pori-pori kecil yang memancarkan zat seperti lem perekat, yang dapat menempel pada mangsa.

Proses penyebaran racun

kontak fisik dengan kumbang tomcat dapat menyebabkan bengkak dan mengiritasi kulit (dermatiris paederus) zat pederin yang terdapat pada kumbang tomcat sangat beracun, lebih kuat dari racun ular cobra.

Kontak kulit awal dengan pederin tidak segera menunjukkan gejala. Namun,dalam waktu 12-36 jam, muncul ruam kemerahan (eritema), yang berkembang menjadi lecet. Iritasi, termasuk keropeng/koreng  dapat berlangsung sekitar dua sampai tiga minggu.

Oleh karena itu hindari kontak fisik secara langsung dengan Kumbang Tomcat.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

%d bloggers like this: