Waspada Demam Berdarah di musim hujan

Penyakit Demam Berdarah mengganas setiap 5 tahun sekali. demam berdarah akan lebih cepat berkembang pada saat musim hujan.

Karena itu siapkanlah penangkal sebelum demam berdarah datang. sehubungan dengan penyebabnya adalah virus dengue, maka penyakit tersebut dinamai Demam Berdarah Dengue (DBD).

Demam Berdarah Dengue dapat mengakibatkan penderitanya sampai berdarah-darah. Bila terlambat mendapat pertolongan, nyawa taruhannya.

Pertama kali penyakit demam berdarah dengue diketahui muncul di Surabaya pada tahun 1968, kemudian di Jakarta pada tahun 1969.setelah  itu, menyebar keseluruh propinsi di Indonesia.

Penyakit DBD terjadi sepanjang tahun (endemi),angka kematian cenderung lebih banyak pada anak-anak jika dibandingkan dengan orang dewasa, manifestasi perdarahannyapun lebih ringan dari pada anak kecil, hal ini disebabkan sistem kekebalan pada orang dewasa lebih kuat dibanding dengan anak-anak.

Virus dengue yang masuk kedalam darah akan menimbulkan 4 kemungkinan yang tergantung atas daya imunitas seseorang ;

  1. Tidak bergejala (asimtomatik)
  2. Gejala demam ringan (mild undifferianed febrile illness)
  3. Gejala Demam dengue
  4. Gejala demam berdarah dengue (dengue haemorrhagic fever)

Sewaktu virus masuk kedalam tubuh, penderita akan merasakan gejala-gejala viremia (adanya virus dalam darah) seperti demam, mual, muntah, diare, sembelit dan nyeri perut. Ada juga keluhan saluran pernapasan seperti batuk dan pilek serta adanya gangguan sistem saraf, contohnya sakit kepala, nyeri otot, pegal-pegal di seluruh tubuh. Muncul pula ruam (rash) kemerahan akibat bendungan (kongesti) pembuluh darah di bawah kulit.

Penularan virus dengue terbesar adalah melui vektor nyamuk aedes agypti, nyamuk tersebut mencari mangsa pada pagi, siang dan sore hari antara pukul 08.00-12.00 dan pukul 15.00-17.00, dan yang menghisap darah hanya nyamuk betina. Nyamuk  tersebut juga dapat terbang sejauh 50 meter dari sarangnya.

Penanggulangan DBD

  1. Fogging dan insektisida
  2. Melaksanakan 3M :
    – Menguras penampungan air seminggu sekali
    – Menutup rapat tempat penampungan air
    – Membersihkan perkarangan rumah dari sampah yang dapat menampung air
  3. Memelihara ikan kecil di selokan dan tempat-tempat yang menampung air.
  4. Menaburkan bubuk abate pada tempat-tempat yang menampung air.
  5. Minum Obat Siantan Demam B  untuk pencegahan dan pertolongan pertama pada penderita Demam Berdarah.
Be Sociable, Share!

Trackbacks

  1. […] Penyakit DBD terjadi sepanjang tahun (endemi),angka kematian cenderung lebih banyak pada anak-anak jika dibandingkan dengan orang dewasa, Baca Selengkapnya: http://www.siantan.com/2011/12/08/waspada-demam-berdarah-di-musim-hujan/ […]

Leave a Reply

%d bloggers like this: